Curug Benowo adalah salah satu permata tersembunyi yang berada di lereng Gunung Ungaran. Air terjun ini menawarkan keindahan alami yang sulit ditemukan di tempat lain. Setiap sudutnya menyuguhkan panorama eksotis yang memanjakan mata para petualang. Suara gemericik air berpadu dengan rindangnya pepohonan menciptakan suasana damai. Tempat ini cocok bagi siapa pun yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk kota.
Bagi para pencinta alam, Curug Benowo adalah destinasi wajib yang penuh kejutan menarik. Trek yang menantang membuat perjalanan menuju air terjun menjadi lebih mengesankan. Di sepanjang jalur, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang menyegarkan. Kesejukan udara pegunungan menjadi teman setia selama petualangan berlangsung. Tak heran jika tempat ini selalu ramai dikunjungi pencari pengalaman berbeda.
Curug Benowo bukan sekadar air terjun biasa, namun menyimpan sejuta keajaiban alam yang luar biasa. Keindahan jatuhan air yang tinggi memikat siapa saja yang melihatnya langsung. Jalur pendakian yang memacu adrenalin menjadi daya tarik tersendiri. Tempat ini sangat ideal untuk kegiatan hiking atau sekadar bersantai menikmati alam. Curug Benowo memberi ruang untuk menenangkan pikiran dalam pelukan keindahan alam.
Curug Benowo terletak di kaki Gunung Ungaran, tepatnya di kawasan Promasan, Kabupaten Semarang. Lokasinya berada dalam kawasan hutan lindung yang masih alami dan belum tersentuh banyak pembangunan. Dari pusat Kota Semarang, jarak tempuh sekitar satu setengah jam perjalanan darat. Jalan menuju lokasi cukup baik, meski sempit dan menanjak di beberapa bagian. Akses jalan yang menantang justru menjadi pembuka petualangan yang seru.
Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai basecamp pendakian menuju Curug Benowo. Bila tidak memiliki kendaraan, tersedia ojek lokal yang siap mengantar hingga titik awal trekking. Basecamp ini dilengkapi area parkir, warung makan, dan toilet umum. Di titik inilah para pendaki biasanya mempersiapkan fisik dan perlengkapan. Perjalanan selanjutnya akan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalur alami.
Dari basecamp menuju Curug Benowo dibutuhkan waktu trekking sekitar 45 hingga 60 menit. Jalurnya cukup jelas dengan penanda yang dipasang oleh warga dan pecinta alam setempat. Meski medan berbatu dan menanjak, perjalanan akan terasa menyenangkan berkat udara segar pegunungan. Pengunjung juga dapat beristirahat sejenak di beberapa titik peristirahatan. Jangan lupa membawa air minum karena tak tersedia sumber air bersih di sepanjang jalur.
Jalur Trekking dan Tantangannya

Trekking menuju Curug Benowo menghadirkan medan bervariasi yang menantang sekaligus menyenangkan untuk dijelajahi. Jalurnya terdiri dari jalan setapak, akar pohon besar, hingga jembatan bambu sederhana. Beberapa bagian jalur cukup licin terutama setelah hujan turun dalam beberapa hari. Karena itu, disarankan mengenakan alas kaki yang sesuai dan tidak mudah selip. Persiapan fisik sangat penting untuk menghindari kelelahan di tengah perjalanan.
Waktu tempuh rata-rata adalah satu jam, tergantung kondisi tubuh dan cuaca saat itu. Jalur ini cocok bagi pemula yang menyukai petualangan ringan di alam terbuka. Walau begitu, tetap perlu kehati-hatian karena banyak batu licin dan tanjakan curam. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi keindahan vegetasi hutan tropis. Burung-burung liar dan suara serangga menjadi pelengkap atmosfer hutan alami.
Tersedia beberapa spot menarik untuk berfoto atau sekadar beristirahat melepas lelah. Salah satunya adalah jembatan bambu yang melintasi sungai kecil berbatu. Spot ini sering menjadi lokasi favorit untuk mengabadikan momen petualangan. Selain itu, ada pula gardu pandang alami yang menghadap lembah hijau memukau. Jalur menuju Curug Benowo benar-benar menyuguhkan pengalaman tak terlupakan.
Pesona Curug Benowo dari Dekat

Sesampainya di lokasi, keindahan Curug Benowo langsung menyambut dengan derasnya air terjun jernih. Ketinggian air terjun mencapai puluhan meter dengan debit air cukup besar. Airnya jatuh di kolam alami yang dangkal dan aman untuk bermain air. Di sekelilingnya tumbuh pepohonan tinggi yang menciptakan suasana teduh dan sejuk. Tempat ini benar-benar memberikan kedamaian bagi siapa saja yang berkunjung.
Aktivitas seru yang bisa dilakukan di Curug Benowo antara lain bermain air, berfoto, atau bersantai. Banyak wisatawan membawa tikar untuk duduk sambil menikmati suara gemuruh air terjun. Spot foto paling digemari adalah di batu besar tepat di bawah air terjun. Namun, tetap perlu waspada karena bebatuan bisa sangat licin saat basah. Menikmati panorama sekitar dengan tenang adalah pengalaman yang tidak ternilai.
Dibanding curug lain di Jawa Tengah, Curug Benowo memiliki karakter alam yang lebih liar dan alami. Lokasinya yang tersembunyi menjadikan tempat ini tidak terlalu ramai pengunjung. Suasana hening hanya terdengar suara alam membuat pikiran menjadi rileks. Pengunjung diharapkan menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah apa pun. Pelestarian tempat ini adalah tanggung jawab bersama agar keindahannya tetap terjaga.
Tips dan Rekomendasi Wisata
Waktu terbaik mengunjungi Curug Benowo adalah saat musim kemarau antara Mei hingga September. Pada musim tersebut, jalur trekking tidak terlalu licin dan debit air tetap stabil. Berangkat pagi hari sangat disarankan agar tidak kehujanan saat sore. Selain itu, cahaya matahari pagi membuat suasana lebih cerah dan bersahabat. Jangan lupa cek prakiraan cuaca sebelum memutuskan untuk naik.
Beberapa barang penting yang harus dibawa adalah pakaian ganti, alas duduk, dan kantong sampah. Jangan lupa membawa air minum, camilan, serta kamera untuk mengabadikan momen seru. Disarankan membawa jas hujan lipat jika berkunjung pada musim transisi. Gunakan tas ransel yang ringan agar perjalanan terasa lebih nyaman. Bagi yang ingin bermalam, tersedia area camping tidak jauh dari curug.
Jika waktu masih tersedia, pengunjung juga bisa melanjutkan perjalanan ke Curug Lawe yang berdekatan. Curug ini memiliki daya tarik berbeda dengan jalur yang lebih menantang. Kombinasi dua curug ini cocok bagi pecinta wisata alam ekstrem. Namun tetap pastikan stamina cukup kuat untuk menjelajahi keduanya sekaligus. Jadikan perjalanan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap keindahan alam Indonesia.